ff yulsic nc indonesian

Archive for the ‘romance yuri’ Category


maaf ya …. udah lama ga post ff lagi..
lagi sibuk ngerjain banyak tugas kuliah..
pusing 7 keliling hhehhe
ntar lah kalo ada libur panjang bikin ff lagi
*ga janji y hehe
gomawo and hwaiting !!!!
tetep semangat, unyu, dan gaul


Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


#asia
*spider lilies(china)
Cast: rainie yang, isabella leung
*so close (china)
Cast: vicky zhao,shu qi,karen mok,song seung hoon.

#west
*mulholland drive
Cast: naomi watts, laura elena harring.
*Gia
Cast: angelina jolie(gia), elizabeth mitchell(linda).
*black swans
Cast: natalie portman,mila kunis.
*but i’m a cheerleader
Cast: natasha lyonne.


#korea
* Memento Mori (yeogo goedam II)
*The Scarlet Letter (juhong geulshi)
#japan
*exhumed
*love/juice
*manji
*revolutionary girl utena
*sugar sweet
*wizard of darkness
*melon colony
#china
*spider lilies
*20:30:40
*blue gate crossing
*brush up my sisters
*butterfly (wu die)
*so close
*the chinese botanist’s daughters
*chinese chocolate
*color blossoms
*floored by love
*full moon in new york
*happy birthday
*he’s a woman, she’s a man
*hu du men
*intimates
*lady in heat
*the love that’s wrong


Saat aku tersadar. . .
Ada dua bisikan di hatiku
Perdebatan yang bertolak belakang
Tentang keimananku kepada-Nya
Ataukah perasaanku yang mencintaimu
Mengapa harus cinta kita
Yang berdosa. . .
Kelemahanku mengingkari ayat-ayat Mu
Dan fatwa-fatwa itu
Mereka menghakimi kita
Seolah kita begitu nista
Tapi cinta,nafsu, dan hasrat memiliki menguatkanku

24march2011


#perhatian

Dikarenakan laptop saya sedang ruwsak parah. .jadi saya tidak bisa menulis ff lagi untuk sementara waktu.
Mianhae. .jeongmal mianhae teman-teman.

By. Melinda
Follow my twitter
@minChan_shidae
And my fb
Time_couple@homtail.com


#persahabatan
Part 1
Apakah itu. .?
Menurutku itu bukan perjanjian yang bisa diputuskan. Walaupun aku pernah berkata seperti itu. Walaupun ada banyak alasan mengapa aku ingin memiliki sahabat, alasan karena aku sendirian dan menginginkan ada seseorang yang mengerti perasaanku, menemaniku di saat suka maupun susah. Tapi apa tak ada yang aku temukan dalam dirimu saat itu.
Kamu tidak bisa mengerti aku, karena aku memang tidak membutuhkan curhatan saat sedih, kamu juga tidak pernah ada di saat aku susah. . .
hmmm,, begitulah.
Jadi, kamu adalah sahabatku yang tanpa alasan apapun.

Apakah aku begitu lemah. .
Aku terlalu membodohi diriku sendiri,berpura-pura marah padahal aku ingin menangis.
Apapun yang kau perbuat. .aku tidak bisa marah,
Hanya kekecewaan yang aku pendam sendiri.
Kamu sahabat macam apa??
selalu mengolokku dengan kata-kata kotor, tak punya otak, sialan.
Tapi aku tidak bisa marah. .
Hanya kecewa saja.
Sangat kecewa. .
kenapa Tuhan memberiku hati yang seperti ini.
Seolah aku tidak bisa hidup tanpamu.
Pernahkah kau berpikir 1 detik saja untuk mengingat kesalahan-kesalahan apa yang sudah kau perbuat pada sahabatmu ini.
Berpikir 1 detik saja mengingat persahabatan kita sejak kelas 8.
jangan mengingat hal apa yang sudah aku berikan. .karena aku tidak pernah berbuat apapun untuk persahabatan kita T.T
*bukankah begitu.

Hari ini. . . .
Kau datang mengembalikan barang kepunyaanku yang sudah kau pinjam.
Ada surat yang kau selipkan.
Aku menangis dan mengurung diri di kamar.


yultif

purple swans

pURPLE  SWANS

Chap 4

Cast : Kwon Yuri

Jung Jessica

Hwang Tiffany

Kim Taeyeon

Choi Sungmin

Lee Taemin

Tiffany POV

“Hiks hikss huwaaaaaa huwaaa  T.T srooooot srooot “ tangisku bersandar di pintu kamar mandi.

Tok tok tok…

Seseorang mengetuk pintu dari luar, ternyata itu kwon yuri.

“chagi, kau sedang apa,,apa kau baik-baik saja???” tanya yuri.

“ahh tidak aku hanya sedikit flu” jawabku sambil membuka pintu.

“yasudah istirahatlah chagi , aku mau mandi lalu berangkat kerja”

_ _ _ _

“hmmm,, sepi sekali tidak ada yul..membosankan” kataku sambil membuka kulkas mencari makanan tapi aku tidak menemukan apa-apa. “ dasaaarr yul babo..masa kulkas isinya Cuma  sebotol air mineral” kataku dengan menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. Baru 3 bulan aku meninggalkannya ke Jepang untuk meliput kejadian di sana dia sudah seperti ini lagi, kasian juga,,,untuk menebus kesalahanku padanya  aku berniat untuk membuat masakan kesukaannya, karena di kulkas tidak ada satupun yang bisa ku masak, aku memutuskan untuk pergi ke super market.

Jessica  POV

Aku masih melajukan mobilku dengan kencangnya menyurusi kota Daegu yang tanpa arah ini,entahlah aku masih sangat shock dengan kejadian tadi. ckiiiiiiit……aku mengerem mobilku mendadak dan berbalik arah. Aku ingin pulang dan beristirahat, tadi malam kan aku tidak pulang.

Taeyeon POV

Pagi ini umma menyuruhku berbelanja ke super market, sebenarnya aku ingin mengajak Sica tapi dia belum pulang.. “huuuff, aku berangkat sendiri aja dehh”  kataku. Aku mendengar suara mobil masuk ke garasi,,

“ hmmm pasti itu Sica,,aku minta antar aja ahh”  kataku dalam hati.

Saat Sica masuk ke dalam rumah, nampak mukanya pucat, pasti kelelahan..hmmm aku jadi tidak tega menyuruhnya mengantarku berbelanja. Baiklah aku berangkat sendiri saja HWAITING !!!!!!

_ _ _ _

Aku pergi ke super market dengan berjalan kaki, karena tempatnya tidak terlalu jauh lagipula feelingku mengatakan aku harus jalan kaki. Hmmmmmm

Yuri POV

Seperti biasa, tiap aku sampai di tempat kerja pasti aku akan melihat senyum dari Choi Sungmin. Dia memang  selalu begitu, membuatku merasa tidak nyaman karena aku memang tidak menyukainya tapi aku tidak tau kenapa semenjak Fany meninggalkanku ke Jepang, aku agak memanfaatkannya. Tiap pagi dia selalu menjemputku dan mau mengantarku kemana saja. Yah mungkin karena itulah aku sedikit mengingatnya. “noona, selamat datang kembali di Soshi Resto” kata Taemin yang berlari kearahku. Bocah ini sepertinya sangat merindukanku. Dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri. “noona sini” katanya pelan seraya menggandeng tanganku. Dia mengajakku duduk dan menceritakan kalau ada yeoja cantik yang mencariku kemarin pagi. “wah noona hebat ya, bisa membujuk Sica noona agar mau berobat ke London” katanya takjub. Aku hanya bisa tersenyum terkekeh-kekeh melihat tingkahnya yang seperti anak ecil itu.

Sungmin POV

Kwon yuri, dia sudah datang seperti biasa aku selalu tersenyum ramah padanya, hampir saja aku ingin menanyakan kenapa aku tak bolah menjemputnya pagi ini tapi dia sudah menghampiri Taemin. Dia juga tidak membalas senyumanku. Aku sedikit kecewa, apa 3bulan bersamaku itu belum cukup membuktikan seberapa dalam perasaanku padanya.

Taeyeon POV

Aku berjalan menyusuri rak-rak mie instant di super market  dengan  mendorong keranjang  sambil membaca daftar belanjaanku tanpa memperhatikan jalan hingga akhirnya aku menabrak seorang yeoja yang sedang berdiri di depanku. Keranjangku tumpah dan aku tersungkur di atas yeoja itu.

“ haaaahh, bidadari” pikirku dalam hati. yeoja ini cantik sekali, aku melamun beberapa saat dengan posisi kami yang masih seperti itu, hingga akhirnya aku tersadar karena tatapan anehnya padaku.

“upss, mian chingu aku tidak sengaja” kataku gugup sambil membantunya berdiri dengan wajah yang memerah.

“ne..gwaenchansseumnida” katanya dengan tersenyum sambil merapikan bajunya.

“gomapseumnida” jawabku.

Dia membantu merapikan belajaanku yang berantakan di lantai.

“lain kali hati-hati ya.. annyeong-hi gyeseyo” katanya dan berlalu meninggalkanku.

“ ne” jawabku menunduk.

“Taeyeon sekarang hari apa sih,, beruntung sekali kau bisa bertemu dengan bidadari cantik itu..hhiihihihihi” kataku tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan ke arah kasir.

TBC

*MIAN kalo semakin ngelantur ceritanya,, aku gi ga konsen….gi bingung banyak tugas + bentar lagi mau UNAS,,, jadi bakalan vakum dulu.

Tapiiiiii next chap NC bangeeeeett hhehheehheee

NC YULTI…. hhhhihihhiihihiiii


PURPLE SWANS chap 3

Cast : Kwon Yuri

Jung Jessica

Hwang Tiffany

Sungmin

Genre : yuri

Yuri pov

Pagi sudah tiba,sinar mentari mulai samar-samar menembus gorden jendelaku, cahayanya yang terang membuatku berkedip-kedip dan terbangun dari tidur yang panjang, nampaknya hujan sudah mulai mereda. Hujan yang begitu lebat dan merepotkan kami berdua.

Tadi malam begitu melelahkan, apa yang telah aku lakukan pada Sica benar-benar menguras tenagaku. Aku tertunduk lemah menatap Sica yang masih terlelap tidur dengan tangannya yang masih melingkar di punggungku. Perlahan aku melepaskan jeratan tangannya dan duduk di pinggiran ranjang. Aku mulai memikirkan kata-katanya semalam. Dia membisikkan kata-kata cinta padaku saat kita sedang bercinta. Apa itu sungguhan atau hanya bualan yang keluar dari bibirnya saat sedang sangat terangsang. Entahlah !!!

Sepertinya Sica menyadari bahwa aku sudah terbangun, dia merangkak ke tepian ranjang dan dengan mengecup pipiku. “Cuuupss “pagi Yul !!!” katanya manja. Aku sedikit kaget dengan ulahnya yang tidak biasa, apa mungkin yang dikatakannya itu benar, tapi cepat-cepat aku mengubah perasaan itu, aku tidak boleh terlalu yakin nanti bisa-bisa aku kecewa. Ini kan hanya kecupan ringan di pipi. Aku hanya membalas dengan senyum kecut sambil mengacak-acak rambutnya.

hei,, kau kenapa??..memikirkan kata-kataku semalam kah??” tanyanya membaca pikiranku.

umm!!” jawabku singkat dengan mengernyutkan bibir.

saranghae kwon yul… aku mencintaimu..mencintaimu dan selalu mencintaimu sejak pertama kita bertemu di taman itu” katanya panjang lebar. Aku memeluknya erat saat itu. Aku benar-benar bahagia dan tidak percaya, aku harap ini bukan mimpi.” Trrrrrrr trrrrrr “ handphoneku bergetar di sela-sela pelukan kami. Sebuah pesan singkat dari Tiffany muncul di layar handphoneku. Upssss ,, aku melupakannya.

From: fany

chagi, kw dmn??. Shrian Q mNG9umu d’restorant tp kw tidk ada. Smlman Q menelponmu tp tdk kw angkat. Q kuatir chagi T.T “

Ada 38 panggilan tidak terjawab dari Fany. Chagi maafkan aku, bagaimana bisa aku melupakannmu malahan kemarin yang kuingat si kunyuk Sungmin saat menatap wajah Sica yang tak sadarkan diri. “dari siapa Yul??” tanya Sica membuyarkan lamunanku. “ ah bukan siapa-siapa koq “ jawabku gugup.

terrrrrrrr trrrrrrr” handphoneku bergetar lagi. Satu sms lagi dari Fany.

From: Fany

chagy,, coba tebak aQ sKG dmn??? Yuuuuup,,,cepat bukakan pintunya.”

Ap….apaaa jad jad jadiiii Fany sudah di depan rumahku……ohhhhh tidaaaak aku harus bagaimana?????? Aku bingung bukan main, sementara Sica hanya bengong melihat tingkahku yang mondar-mandir di depannya.

chagiya,,,,ada apa…berhentilah mondar-mandir seperti itu. Apa ada masalah??”

Sica,,,, ehhhhmm tidak ada apa-apa hanya disini ada sahabatku,,bisakah kau berpura-pura bahwa kita bersaudara saja” kataku berbohong.

ohhhh jadi itu,,,tentu saja chagi,,itu mudah..lagian mana mungkin aku memberitahu saudaramu kalau kita ada hubungan special” jawabnya santai sambil menggenggam tangganku. Lalu akupun membalas sms dari Fany

From: Yuri

“mian Chagi ruLezz..Q ru bgn tdurr. Maaf kmrin Ga bwa hapE cozz ad sdraku dia ru plg dari London, skg dy lgi mnginap d’rmahq. Plisss kali nie kita berpura-pura hanya sebatas berteman saja.” Huuuuuuff aku berbohong lagi.

Aku berjalan menuju pintu dengan Sica ikut berjalan di belakangku. Aku tampak gugup, apa rencanaku akan berhasil,, oh my God help me!!!!

“yul,,,aku merindukanmu” senang Fany dengan eye smilenya. Tapi senyum itu perlahan hilang saat Sica menampakkan dirinya dari belakang punggunggku. Sica juga nampak kaget dengan kehadiran Fany. Apa mereka sudah saling mengenal.

Tiffany pov

OMO….. apa ini Sica,,jadi dia adalah saudara yuri, kwon yuri my honey . bagaimana mungkin?? Aku sedikit kaku setengah tak percaya. Sica,,,seseorang yang sudah lama pergi dari hidupku sekarang dia hadir kembali sebagai saudara dari kekasihku.

Jessica pov

OMO…. Fany-ah, kenapa harus dia yang jadi sahabat my kwon yul, apa yang harus aku lakukan. Untuk sementara aku harus mempertahankan air mata ini. Yah hanya sebentar untuk berkenalan lalu aku pergi.

“halloooo” kata Yuri dengan tangannya naik turun diantara aku dan Fany yang membuyarkan lamunan kami. “apa kalian sudah saling mengenal” kata Yuri sekali lagi. Dengan cepat aku dan Fany menggelengkan kepala dan berkata “tidaaaak” secara bersamaan. “kenalkan aku Jessica Jung, senang berkenalan denganmu Tiffany” kataku sambil menjabat tangan Tiffany dengan menahan air mata. Aku bisa merasakanya. Tanganya begitu dingin sepertinya dia juga merasa gugup bertemu denganku. Dia tidak berubah masih seperti saat kita bersama dulu. Hanya saja dia tidak memberikan eye smilenya padaku, bukankah dia selalu memberikan eye smilenya pada setiap orang saat mereka pertama kali bertemu.

Tiffany pov

“oh ya..Tiffany,,senang berkenalan denganmu juga” kataku sambil membalas jabatan tangannya. Aku tidak bisa memberikan eye smile padanya, sangat sulit ,, bahkan untuk tersenyum pun sangat berat kulakukan. Yang ada hanya air mata yang selalu mendesak untuk ku keluarkan.

Yuri pov

“Untunglah rencanaku tidak ketahuan” kataku dalam hati sambil menghela nafas panjang. Aku mengajak mereka berdua untuk duduk di ruang tamu, tapi Jessica menolak. Dia bilang ada janji ingin bertemu dengan seseorang. “Untunglah Sica segera pergi, jadi rencanaku masih aman” kataku dalam hati dengan perasaan lega.

Jessica pov

Yuri mengajakku masuk ke ruang tamu, tapi aku menolak. Aku sudah tidak tahan ingin mengeluarkan air mata ini. Aku harus cepat-cepat pergi. “mianhae yul fany,,aku buru-buru ada janji dengan seseorang” kataku beralasan. Setelah aku berpamitan dengan mereka berdua , aku langsung melaju dengan kencangnya tanpa tahu kemana tujuanku. Yang jelas aku harus menjauh dari Fany dan menangis sepuas-puasnya.

Tiffany pov

Setelah Sica pergi, akupun segera pergi ke kamar mandi meninggalkan Yuri, Yuri tidak boleh melihatku menangis seperti ini. Fany tenangkan dirimu, dia hanya masa lalu. Sekarang hanya ada Yuri, yah hanya Kwon Yuri.

Yuri pov

“Hei,,,kenapa semuanya pergi….yasudahlah” kataku bingung. aku menggeleng-gelengkan kepala dan mengangkat bahuku menemui Fany di kamar mandi.

_TBC___

mian kenapa fanfictna jadi campur aduk begini,,, heheeeeehhe awalnya Yulsic malah jadi YulTi dan JeTi ….

#plakkkk

Author edaaan

Tunggu next chap sabtu depan heheeeee

 

 

 

 

 

 


PURPLE  SWANS

CHAP 2

Genre : yuri

Rating : NC +18

Cast  : *kwon yuri

*jung jessica

*kim taeyeon

*choi sungmin

Jessica pov

Aku keluar dari restorant itu dengan tergesa-gesa. Hari ini cuaca tidak begitu bersahabat, yah langit mendung di musim panas,,  angin berembus cukup kencang dan menyibakkan rambutku. Ku rasakan bulir air menetes membasahi pipiku,,  ku percepat langkahku menuju mobil,,rintik hujan hampir saja membuatku basah kuyup  saat seorang yeoja tepat menepuk  pundakku dari arah  belakang sebelum aku masuk ke mobil… “yur,,yuri  ,,,,,”kataku gagap tidak percaya dengan apa yang sedang aku lihat sekarang. Dan benar kini aku sudah basah kuyup tak bisa bergerak,hanya terdiam tak sadarkan diri….dia memelukku erat saat itu ditengah  guyuran air hujan.  “sudah kubilang kan,,aku pasti jadi orang pertama yang  akan melihatmu berjalan” kata yuri bangga. “kau kemana saja kwon yoo ri,,apa kau tau sudah berapa lama aku menunggumu disini” kataku kesal dengan isak tangis dengan masih memeluknya erat .  cukup lama kami berpelukan saat itu “ upss maaf,, “spontan aku melepaskan pelukanku. Kami sama-sama terdiam untuk  beberapa saat,sampai akhirnya dia mengajakku masuk ke mobil untuk berteduh, aku baru menyadari ternyata kami dari tadi melepas kerinduan di tengah guyuran hujan lebat.

Yuri terlihat begitu kedinginan,,nafasnya sesak,,selama ini aku tidak tau ternyata dia punya penyakit asma (penyakit author nieeehh qiqiqi). Aku panik,, kubongkar isi tasnya tapi aku tak menemukan satu obatpun,,  kulesakkan mobilku dengan kencangnya  menuju apotek. Jalanan kota Daegu terlihat begitu ramai di siang yang basah ini, aku masih menyetir mobil sambil terus memandangi sekeliling jalanan yang tampak buram karena hujan..yah akhirnya sampai juga dia apotek.. aku berlari menuju apotek dengan keadaan basah kuyup  dan menggigil.

Setelah mendapatkan obat itu aku cepat-cepat berlari menuju mobilku kembali  dan memberikan obat padanya “ yuri,,ini obatmu” kataku lelah dan kepanikan tingkat tinggi. Yuri langsung menghirup obat itu,untunglah belum terlambat,,,,aku menghela nafas panjang. Dia tertunduk lemas dan menyandarkan kepalanya di pundakku yang basah.

Yuri pov

“mian sica merepotkanmu…”kataku bersalah sudah membuat sica kebingungan dan merepotkanya. “kau!!! bagaimana bisa kehabisan obat seperti itu,,huuh” katanya  yangkesal bercampur kuatir tapi akhirnya tersenyum juga padaku. Sica sepertinya sakit,, mukanya sedikit pucat,, yah tentu saja dari tadi dia berlarian kesana kemari mencarikanku obat untukku sambil kehujanan. “sica,apa kau baik-baik saja,,sepertinya kau demam?? Kataku cemas. “ahh tidak aku hanya kedinginan saja kok” kata sica dan BRUKK….  dia pingsan tepat di pelukanku.

Sekarang ganti aku yang panik..apa yang harus aku lakukan??? Aku berpikir sejenak lalu menggantikannya menyetir dan membawanya ke rumahku. Sesampainya di rumahku ,, perlahan aku  menggendong Sica masuk ke dalam rumah dengan sempoyongan, kubaringkan Sica di tempat tidurku,, aku mulai melucuti semua pakaiannya yang basah dan menggantinya dengan pakaianku,, kuselimuti tubuhnya yang mungil. Sejenak aku terus memandangi wajahnya yang tidak  sadarkan diri itu,, begitu lucu dan menggemaskan. “Dia,,kenapa harus dia yang selalu aku nantikan selama 2 tahun ini,, adakah yang salah dengan Sungmin.. bukankah dia pria yang baik dan tulus,ahh sudahlah untuk apa aku memikirkan Sungmin, aku benar-benar tidak ada perasaan apa-apa untuknya”.

Aku membelai  rambut Sica dengan lembut, kuperhatikan setiap inci dari wajahnya, perlahan aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan tepat di saat itu pula dia terbangun,, aku begitu gugup dibuatnya. Aku jadi salah tingkah. Aku langsung menaruh telapak tanganku di dahinya dan berpura-pura akan mengkompresnya. “Sic,,,sicaaa kkau sudahh sad,,dar ya?” kataku gugup seraya menaruh handuk basah di dahinya. “ahh,, kepalaku pusing sekali yul” kata Sica sambil memegangi kepalanya. “ehh tunggu..bajuku kemana”katanya kaget saat melihat bajunya telah berubah.

“ohh,,bajumu basah jadi aku ganti”

“jad..ja. ja jadi kau yang !!!”

“sudahlah Sica kita kan sama-sama perempuan” selaku memotong kata-katanya.

“istirahatlah  dulu, aku sudah menelpon Taeyeon kalau kau ada di rumahku, nanti kalau kau sudah agak mendingan aku akan mengantarmu pulang.” Katau lagi sambil duduk di dekatnya.

“ ne,, gomawo yul” jawabnya malu-malu karena aku telah mengganti pakaiannya.

“kwaench’ana”

Normal pov

hari sudah malam, jam menunjukkan pukul 10:23 pm, tapi hujan belum juga reda, untunglah panas Sica sudah menurun.  Yuri berdiri melihat hujan dari jendela kamarnya, dia kuatir kalau paman dan bibi Sica mencarinya maklum dia baru sehari di Korea setelah 2 tahun pergi ke London. Akhirnya Yuri memutuskan untuk menelpon Taeyeon.

Yuri pov

“yoboseyo,, Taeyeon !!”

“yoboseyo,, ada apa yul ?”

“aniyo.. aku hanya ingin mengatakan kalau Sica masih bersamaku,,dia tidak bisa pulang sekarang karena hujannya masih lebat dan ini sudah larut malam”

“ahh..iya aku mengerti, aku akan memberitahu appa dan ummaku,mianhae Yul sudah merepotkan”

“kwaench’ana,,baiklah kalau begitu,,gomawo Taeyeon”

“ch’onmaneyo,, tuuuutt!!!” telpon ditutup.

“Sebenarnya aku bisa saja mengantar Sica pulang malam ini tapi aku masih ingin bersamanya malam ini, lagipula dia sedang sakit aku jadi ingin merawatnya. Entahlah, bersamanya membuatku nyaman. yul,apa yang kau pikirkan…ada apa denganmu???” kataku dalam hati sambil menggigit gagang telepon.

“yul…”tiba-tiba Sica berdiri tepat  di belakangku.

“Sica,,,kau sudah bangun?? Kau selalu saja mengagetkanku!” kataku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“hheheee,,mian yul” tawanya cengengesan.

“kau,,,,bagaimana apa sudah baikan?” aku meletakkan telapak tanganku di dahinya.

“aku baik-baik saja kwon yuri.. aku harus pulang sekarang, aku takut paman dan bibi mencariku”

“heeeyy,,santailah,aku barusaja menelpon Taeyeon,,kau tidak akan pulang malam ini”

“jeongmal???”

“Ne!!! Tidurlah disini dulu, hujannya deras sekali dan ini juga sudah larut malam”

“ya ya ya baiklah, Lagipula aku kan belum pernah menginap di rumahmu” jawab Sica dan langsung memelukku saat mendengar bunyi guntur  yang keras dan disertai kilat di langit, rupanya Sica takut dengan suara guntur, karena dia memelukku dengan tba-tiba, akhirnya kamipun terjatuh di kasur. Dia menindih tubuhku. Sejenak kami saling bertatap muka, tatapannya tajam sekali padaku, adakah perasaan yang sama dalam tatapanya itu denganku, tatapanya yang dalam perlahan mulai menutup saat bibirku mendekati wajahnya dan menempel di bibirnya. Hangat dan basah,, cukup lama bibir kami berpagutan,, tanpa sadar di tengah ciuman kami, tangan Sica telah melucuti kancing baju tidurku satu persatu, akhirnya aku pun melakukan hal yang sama padanya, kami saling melepas kancing baju satu sama lain dengan bibir yang saling melumat.

Kami bertukar posisi, sekarang ganti aku yang berada di atas tubuhnya,, ciumanku turun menuju leher jenjangnya,aku menghisap lehernya dengan lembut hingga meninggalkan bekas kemerahan..Sica melenguh pelan dan terus memanggil namaku. “saranghae yul’ dia membisikkan kata-kata itu saat aku melapas celana jeansnya. “nado saranghae Sica” jawabku dan kamipun berciuman kembali.

__TBC__

^_^  mian kalo jelek,,,,, tunggu next chapnya ya chingu!!!!

Hhheheeehee terlalu NC ya???/


minChan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 21 pengikut lainnya.

melz

twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

melz’calendar

Agustus 2014
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 55,020 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.